Pada 20–21 September 2026, Dr. Masayuki Okawa dari Tokyo mengajar hands-on laminate veneer di Cipta Dental Academy, Surabaya, ditemani asisten dari timnya. Sekitar dua puluh dokter gigi mengerjakan preparasi di typodont selama dua hari, sebagian di bawah mikroskop, dan dikoreksi langsung di meja masing-masing.
Hari pertama fokus ke anterior: desain preparasi, enamel preservation, dan finish line. Hari kedua bergeser ke provisional, sementasi, lalu preparasi posterior sebagai alternatif full crown.
Tiga hal yang paling sering diulang
1. Pertahankan enamel
Makin banyak jaringan gigi yang diambil, makin lemah veneernya. Bonding ke dentin tidak sekuat ke enamel, dan giginya jadi lebih lentur.
2. Semua margin harus terlihat dari satu sisi
Kalau margin hanya bisa dilihat lewat kaca mulut, arah pasangnya belum benar.
3. Pilih desain sesuai alur cetak
Desain preparasi ikut menyesuaikan apakah kasusnya dicetak digital atau konvensional.
Teknisi lab ikut menilai
Teknisi lab Cipta hadir di ruangan selama sesi praktik dan menilai preparasi dari sisi lab: margin terbaca atau tidak, ada undercut atau tidak, ruang material cukup atau tidak.
Rujukan lengkapnya ada di buku Dr. Okawa, The Innovation of Laminate Veneers (Quintessence Publishing). Peserta mendapat Catatan Veneer Okawa, yaitu catatan versi Cipta untuk mengulang materi yang terlalu cepat lewat di kelas.
Berikutnya
Preparasi veneer dari dasarnya dilatih di Modul 02: Veneer Prep, 23 Januari 2027.






